Tulungagung Kembali Masuk TV
Ditengah maraknya Tes CPNS Tulungagung, Jadwal CPNS Tulungagung, Penerimaan CPNS Tulungagung (aduh Den getol banget nembak keywordnya) Tulungagung kembali menjadi sorotan publik. Untuk yang satu ini saya tidak bangga dengan prestasi Tulungagung. Betapa tidak pendidikan Tulungagung kembali tercoreng. Potret buram masa depan penerus bangsa kian jelas. Tindak kekerasan senior atas juniornya kembali terjadi di kota Marmer, tepatnya di SMA Negeri 1 Gondang.
Setelah Gank Nero di Pati kini hadir pula kejadian serupa di Tulungagung (apa Gank Nero buka cabang ya?) Tidak jelas alasan mengapa senior-senior yang angkuh ini tega menindas juniornya secara membabi buta (kejam amat bahasanya, biarin…). Yang patut disayangkan adalah mereka itu masih di usia sekolah dan semuanya wanita (Ibu Kartini tidak ngajarin seperti itu).
Sedemikian burukkah moral penerus bangsa kita? Kerjanya hanya berantem melulu. Saya hanya bisa menghimbau lewat blog yang sederhana ini “Sadar.. bahwa masa depan bangsa ada di tangan kalian“.



October 23rd, 2008 at 5:27 am
…………jadi ingat “Lucan”
October 25th, 2008 at 1:34 pm
Waduh-waduh adek2 jangan ditiru ya. Genk Nero dah usang bro, saya yang org Pati wae ga pernah denger lagi brtanya. Saya sbg warga Pati meminta maaf kpd smua masyarakat jika tingkah laku Genk Nero ditiru dan diamalkan di lain daerah. Meskipun scr pribadi saya tidak mengenal Genk Nero, tetapi dg ini sekali lagi saya mewakili warga Pati meminta maaf jika kelakuan Genk Nero ditiru. Terima kasih
October 29th, 2008 at 8:08 pm
trima kasih atas petunjuknya guru
October 29th, 2008 at 8:10 pm
cara menghindari click fraud piye bro? msk d report 1 click $0.00..
November 24th, 2008 at 3:52 pm
[...] merupakan agenda rutin Pemkab Tulungagung untuk mencari bibit-bibit muda bertalenta sebagai wakil Tulungagung di berbagai [...]
December 10th, 2008 at 3:36 pm
sangat disayangkan…
bukan hanya tenaga pendidik yang mengawasi, namun peran orang tua dalam hal ini sangat diperlukan. Remaja saat ini memang sudah neko-neko. Sedikit-sedikit berulah.